Monday, July 24, 2006

Buku Ini Aku Pinjam

"Buku ini gue pinjam ya, Nta!!"
"Gue bawa kekamar gue boleh ?" Siang itu aku bertanya pada Ananta.
Aku sedang membaca buku milik Nanta di kamarnya. Tentang perbandingan Injil dan Al Quran.Aku belum kelar membacanya. Tapi aku masih penasaran isinya.
Nanta keberatan.
“Kenapa ?” tanyaku
“Ibin kan sekamar sama Windy. Dia kan katholik."
“Trus ?”
“kalo ditemukan Windy dan dibaca dia gimana ? Aku nggak enak, Bin.”
“Gue janji nyimpen baik-baik. Kalo perlu dibawah kasur”
Aku sedikit memaksa.Akhirnya Ananta setuju.
Tapi aku memang ceroboh. Aku asal saja menjejalkan buku itu di rak.
Bersama-sama buku kuliah yang lain.

Ketika itu kami tingkat empat Akhir. Kami sudah jarang kuliah. Aku lebih banyak di Jakarta. Sepulang ke Darmaga. Aku terkejut mendengar Windy masuk Islam. Saat aku berdua saja dikamar AGK bersama Windy, dia sharing proses pencarian akan Islam.
“Antara lain gue baca buku itu” katanya menunjuk rak bukuku.
Aku terkejut!! Aku tau. Dia pasti baca buku Ananta.
Aku salah tingkah.”Buku yang bagus” kataku.
“Ya, bikin gue makin yakin untuk pindah Islam”
Siapa yang pernah sangka, buku pinjaman itu turut berkontribusi akan pindahnya Windy menjadi muslim.

Pintu diketuk. Djarot berdiri dimuka pintu kamar.
“Aku mau shalat bareng Windy. Pengin jadi imam mualaf”.
Siang itu memang menjelang Dzuhur. Kami suruh Djarot masuk kamar kami. Djarot sempat meledekku. “Wah Bin, lu nggak boleh kalah rajin sholat dibanding Windy yang mualaf dong ya” Aku malu. Djarot benar. Aku memang suka tertinggal shalat.
Kami sholat berjamaah bertiga dengan Djarot sebagai Imam.

Kemudian aku ke kamar Ananta. Mengembalikan buku sambil menceritakan soal Windy.Buku yang aku pinjam dari Ananta. Ternyata membantu Windy menemukan Hidayah-Nya.
“Alhamdulilah” begitu Nanta bilang.

2 comments:

Anonymous said...

Very pretty design! Keep up the good work. Thanks.
»

Anonymous said...

This site is one of the best I have ever seen, wish I had one like this.
»