Tuesday, October 03, 2006

There is something about Ayah.

Epilog
Bandung, back to tahun 80-an. Seorang sepupu Ayah disunat kelas satu SMP. Ayah yang saat itu udah sekolah di Bandung, kelas satu SMA diminta memotret proses khitan itu. Tiba-tiba gubrak!! Justru Ayah yang pingsan. Oh!! No!!

Ayah pemberani.Nyaris nggak ada takutnya. Rekan sekantornya bilang Ayah kecil kecil cabe rawit. Selalu ngomong blak-blakan. Apa adanya. Sebab dia tidak takut apapun. Tidak takut siapapun."Gue cuma takut sama Allah" begitu dia bilang. Well, banyak orang tahu, Sejak muda Ayah memang religius. Hm, apa iya betul seperti itu ?

Sebetulnya there is some about ayah. Dia ngeri,nggak tahan,takut dengan hal hal yang berhubungan dengan darah, jahit, infus, operasi, suntik, luka. ..pokoknya semua hal tentang dokter dan rumahsakit. Ayah berusaha menghindarinya.

Makanya dia selalu menyingkir dan memintaku menemani Aim saat suster harus menginfus Aim. Dia menyuruh aku menemani Abang ambil darah. Bahkan merawat luka khitan Abang juga aku yang lakukan. Ayah nggak berani. Ayah ngeri. Mules sakit perut duluan. Apalagi buat yang lebih besar seperti luka dan operasi. Ugh!! Ayah takut beneran.

Makanya Ayah selalu menjaga kesehatan baik-baik. Rajin olahraga. Hidup sehat. Minum vitamin. General check up tiap akhir tahun. Ayah malas berurusan dengan dokter dan rumah sakit. Karena itu juga, Ayah nyaris nggak pernah bermalam nungguin Bunda atau anak-anak dirumah sakit. Ayah selalu memilih pulang. Ayah selalu menghindar diskusi soal penyakit, luka, operasi dan hal hal sejenis itu. Stop!! Ayah nggak pernah tahan!!

Minggu lalu Tante Susi mengsms HP ayah “Bunda sakit apo ?"
Ayah mengulurkan 9500-nya ke aku "jawab nih. ayah nggak tahan"
Aku mengjawab sms Susi dengan detail. Tante Susi langsung menjawab "ini pasti Bunda yang tulis ya. Kalo ayah pasti ngak akan tahan cerita gini". Ayah Bunda cuma bisa nyengir. Tante Susi memang mengenal kakak sulungnya dengan baik.

Selasa minggu lalu jam 8, anak-anak dan Ayah bersiap pulang. Dokter Bambang visit ke 3316 dihari kedua aku opname. Sempat ngobrol-ngobrol sama Ayah. Anak-anak berkenalan dengan dokter yang membantu kelahiran mereka. Dokter Bambang bersiap meninggalkan kamar. Ayah dan anak-anak ikutan keluar.

Aku masih mendengar dokter Bambang bertanya heran"kok nggak bobo sini ?" kata dokter menunjuk sofa bed yang memang tersedia untuk keluarga pasien yang menunggu.
Hm, masa mesti kita bilang...there is something about Ayah, dok!! Ugh! Pasti diketawain sama pak dokter. Malu dong...

No comments: